4 Pjs Bupati
Pemprov TNI
Pemprov Pancasila

Talud Pemecah Ombak di Pudonggala Kembali Berfungsi

PENASULTRA.ID, KONAWE UTARA –
Perbaikan talud pemecah ombak yang berada di Desa Pudonggala Utama, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali berfungsi.

Promo Pena

Sebelumnya, beberapa konstruksi talud tersebut sempat roboh akibat dihantam gelombang tinggi air laut 3-4 meter pada Juni lalu.

Penanganan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Konut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut mendapat apresiasi dari warga sekitar karena dinilai bertanggung jawab dan peduli atas peristiwa tersebut demi menjaga keselamatan masyarakat yang berada di area pesisir pantai.

“Mewakili masyarakat banyak, kami berterimakasih sekali kepada Pemerintah Konut yang telah menanggapi persoalan abrasi pantai di wilayah kami, Pudonggala Utama sampai selesai dikerjakan,” kata Kepala Desa Pudonggala Utama, Rustam belum lama ini.

Sementara itu, Kepala BPBD Konut, Rahmatullah mengatakan sejak robohnya beberapa bangunan talud, pihaknya langsung bergerak ke lokasi bersama tim melakukan peninjauan dan perencanaan perbaikan. Selanjutnya, berkoordinasi ke pemerintah pusat.

Pena Siberindo

Ia mengungkapkan, dari 560 meter panjang talud yang dibangun, ada sekitar 100 meter yang roboh dihantam ombak setinggi 4 meter. Saat itu, kondisi musim penghujan dan angin musin timur.

“Taludnya masih masuk masa pemeliharaan, segala yang terjadi kami bertanggung jawab. Setelah mendokumentasikan dan mengambil data kami laporkan ke pimpinan yang saat ini masih di jabat pak Ruksamin dan berkoordinasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Alhamdulillah sekarang tuntas diperbaiki,” bebernya.

Mantan Kadis PU Konut ini menjelaskan, talud tersebut dibangun pada awal februari 2020 melalui dana hibah APBN koordinasi Pemda Konut. Panjangnya, tambah dia, 560 meter dengan ketebalan 90 cm, tinggi dari permukaan tanah 190 cm dengan kedalaman kuku sekira 1 meter atau 2 cincin. Bahannya menggunakan batu gunung dan semen.

Lebih jauh ia dijelaskan, peristiwa gelombang tinggi saat itu merusak rumah-rumah warga yang berada di pesisir pantai Desa Laimeo dan Tanjung Laimeo, Kecamatan Sawa pada bagian belakang akibat hantaman ombak.

“Sekitar puluhan rumah, rata-rata bagian dapur rumah banyak yang rusak karena hantaman ombak. Kita juga sudah tinjau langsung dan laporkan untuk penanganannya,” jelasnya.

Penulis : Iwan
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.