4 Pjs Bupati
Pemprov TNI
Pemprov Pancasila

DLH Konut akan Bangun TPA di Desa Tangguluri

PENASULTRA.ID, KONAWE UTARA –
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 2020 ini akan mulai pembangunan Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah organik (degradable) dan sampah anorganik (undegradable).

Promo Pena

Kepala DLH Konut, M. Aidin mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengirimkan surat terkait masalah kesiapan atau kesediaan Pemkab Konut untuk mendukung sarana pembangunan TPA di Desa Tangguluri, Kecamatan Asera.

“Persiapanya mulai pembebasan lahan yang diselesaikan, infrastruktur jalan, pengamanan fasilitas,” ungkap M. Aidin, Senin 12 Oktober 2020.

Untuk itu, tambah dia, Pemda Konut harus nyatakan kesediaannya secara administrasi didukung sepenuhnya oleh bupati. Dibuktikan dengan anggaran yang sudah masuk di DPA untuk 2021 dana sharing APBD Pemda sebagai sarana pendukung.

Lanjut Aidin, pembangunan infrastruktur dan fisiknya diperoleh Kementerian PUPR dengan total dana yang telah siap berjumlah Rp 18 miliar.

Pena Siberindo

“Anggaranya mulai tahun ini akan dicairkan pertama sekitar Rp 6 miliar petunjuk dari Satker. Tahun depan selebihnya menyusul. Yang melakukan pembangunan ditentukan di pusat, saat ini sementara proses lelang. Oktober harus sudah dimenangkan pemenang tender. Itu multiyear,” ujarnya.

Dikatakannya, rencana pembangunan akan dilakukan mulai tahun ini. Luas lahan yang disiapkan 6 hektar tahap pertama kita harus bebaskan dan disertifikatkan. Pengembangannya bisa sampai 25 hektar.

Tak hanya itu, pihaknya juga sementara mengusulkan pengadaan alat berat satu unit excavator diluar dari fisik Kementerian PUPR sebesar Rp 2,5 miliar.

“Pembahasan teknis anggaran sesuai dengan usulan beberapa tahun yang lalu serta komunikasi dengan Pemda Konut pada saat banjir. Salah satunya dijelaskan di kementerian terkait adanya fasilitas pengolahan sampah pasca banjir. Sehingga pusat merespon bahwa Konut perlu anggaran dan bantuan itu,” ulasnya.

“Kenapa mesti di Tangguluri, karena memenuhi uji kelayakan dari kami. Diantaranya kemiringan tanah, jarak lokasi dengan ibu kota berjauhan, jauh dari pemukiman, dan jauh dari sumber mata air,” jelasnya.

Penulis : Iwan
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.